Beranda Nasional Warga Desa Jadimulya Resah ‘Tutup Jalan’ Yang Dilintasi Kendaraan Proyek Milik PT...

Warga Desa Jadimulya Resah ‘Tutup Jalan’ Yang Dilintasi Kendaraan Proyek Milik PT Tulus Asih

26

INDRAMAYU (Pelitaindo.news) – Warga Desa Jadimulya blok Vila Intan kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, Jawa Barat merasa resah dan kecewa kepada pihak pemerintah Desa (Pemdes), lantaran jalan desa atau serbaguna dilintasi oleh kendaraan dump truck proyek urugan milik PT Tulus Asih yang sedang mengadakan pembangunan perumahan, yang mana pihak (Pemdes) tidak mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat setempat.

Hal itu dikatakan oleh Mardi, Ugi, Ogi, Halimi dan Sarjo sebagai perwakilan dari warga Desa Jadimulya blok Vila Intan yang berhasil dikonfirmasi wartawan pada Minggu (12/02/2023) melalui Whatshap, yang kebetulan mereka ikut hadir di lokasi menutup jalan kendaraan proyek tersebut, karena berdampak jalanan Desa Jadimulya menjadi rusak.

“Saya selaku masyarakat desa Jadimulya blok Vila Intan, merasa keberatan dan menolak dengan adanya kegiatan tersebut juga merasa terdampak karena jalan desa atau serbaguna itu dilintasi kendaraan proyek urugan perumahan di bawah naungan PT.Tulus Asih, sehingga jalan desa menjadi rusak,” kata masyarakat sekitar, serentak sambil bernada kecewa kepada Kuwu Arkiman.

Warga desa Jadimulya blok, Vila Intan menambahkan, bahwa proyek tersebut sudah berjalan sudah satu Minggu lebih.

“Proyek berjalan sudah sekitar satu Minggu lebih, pihak Pemdes tanpa mengadakan sosialiasi terlebih dahulu atau tidak ada pemberitahuan surat berita acara yang jelas kepada masyarakat, selain jalan itu menjadi rusak, saya khawatir dampaknya ke bangunan rumah warga, karena di musim penghujan mengingat tanahnya masih labil, dilalui kendaraan berat dump truck tidak sesuai tonasenya,” tambahnya.

Selain itu ketua RW, yang mewakili dari beberapa masyarakat setempat ia berusaha mendatangi Kuwu Arkiman (Kepala desa), namun hingga sampai saat ini Ketua RW tidak pernah ditemui.

“Bahkan Kuwu Arkiman, hingga sampai saat ini sulit untuk ditemui,” tukasnya. (Sanaji)

Tinggalkan Balasan